Anyaman Bambu, Salah satu Potensi Desa Sumberpakem yang perlu dikembangkan

Anyaman bambu merupakan kesenian tradisional yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Pada zaman dahulu kesenian tradisional ini sangat diminati oleh berbagai macam kalangan masyarakat. Seni menganyam bambu merupakan hal yang sangat berkembang pada zaman dahulu. Masyarakat memilih menggunakan anyaman bambu ketika hendak membuat peralatan-peralatan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kita tentu pernah melihat berbagai macam peralatan pertanian, seperti topi yang digunakan oleh petani yang terbuat dari bambu. Selain itu, produk lain yang dihasilkan dari anyaman bambu adalah perabot rumah tangga yang dapat dibuat dari bambu. Pada zaman sekarang, sebagian produk anyaman bambu ditinggalkan oleh masyarakat modern karena mereka menganggap produk tersebut merupakan produk kuno.

Dengan keadaan tersebut, Bpk. Hafid yang merupakan warga dusun Karangko’ol Desa Sumberpakem tepatnya di kecamatan Maesan Kabupaten Bondowoso, mengantisipasi lunturnya kesenian tradisional ini dengan mengembangkan kreatifitas pada pengolahan anyaman bambu. Karangko’ol adalah salah satu dusun di desa sumberpakem yang mata pencaharian penduduknya adalah menganyam bambu. Warga setempat memanfaatkan sumber daya alam yang ada yaitu bambu yang berlimpah di sekitar tempat tinggal mereka. Dengan mengetahui keahlian sebagian warganya.IMG_2304.JPG

Penganyam dari desa Sumberpakem terdiri dari bapak-bapak yang merupakan kepala keluarga dan juga anggota keluarga lainnya juga ikut menjadi penganyam untuk mengisi waktu luang di rumahnya terutama para ibu-ibu.

Kepala desa Sumberpakem, Saswito, menuturkan bahwa dusun Karangko’ol, salah satu dusun di Sumberpakem memiliki potensi yang sangat besar dalam kerajinan khususnya anyaman berbahan dasar bambu. Berbagai motif dan jenis anyaman dapat diakukan oleh warga dusun Karangko’ol. Demi meningkatkan potensi terutama potensi desa, terdapat anggaran khusus untuk para penganyam yaitu diadakannya pelatihan bagi para penganyam di desa Sumberpakem. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kreatifitas dan memunculkan ide baru mengenai jenis dan motif anyaman bambu agar dapat mengikuti tren saat ini. Meski saat ini belum tercatat berapa banyak motif yang bias dilakukan, namun keterampilan penganyam sudah bertambah.

Leave a Reply

%d bloggers like this:
Skip to toolbar